Informasi Seputar Kampus Berita dan Tutorial

Pesta Rakyat Pemilu 2014

Pesta Rakyat Pemilu 2014

Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin) Kemendagri mencatat pada 2010 terjadi 93 peristiwa konflik. Pada tahun 2011 terjadi peristiwa konflik, tahun 2012 terjadi 128 peristiwa konflik, dan tahun 2013 hingga awal September tercatat peristiwa konflik. Persoalan ancaman aksi terorisme, kata Tanribali Lamo, juga menjadi persoalan yang perlu dicermati bersama. Pada tahun 2012 tercatat sebanyak 65 kali ancaman terror, 30 kali diantaranya adalah ledakan bom, serta telah terjadi penangkapan terhadap 55 orang. 

“Diperlukan sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan Pemilu, khususnya dalam menciptakan iklim daerah yang kondusif sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara demokratis,” kata Tanribali Lamo. Terpisah, Kasubdit Fasilitasi Pemilu Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Cecep Agus Supriyatna mengatakan, menurutnya tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu memang perlu mendapatkan perhatian serius seluruh kalangan.

Apakah menurunnya tingkat partisipasi itu disebabkan oleh menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik (parpol), atau mungkin disebabkan karena tidak adanya calon pemimpin yang sesuai dengan keinginan rakyat, atau memang karena masyarakat sudah beranggapan bahwa Pemilu saat ini bukanlah hal yang penting. Di sisi lain, perlu diantisipasi pula potensi konflik yang ada di tengah-tengah masyarakat sepanjang penyelenggaraan Pemilu. Mengingat, seringkali terjadinya konflik di sejumlah daerah sepanjang pelaksanaan Pilkada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Jika berbagai kondisi itu tidak disikapi secara baik, maka berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. 

“Pemilu memakan dana yang cukup besar. Semestinya, hasil dari pemilu juga menjadi lebih baik,” harapnya. Sementara, Ketua KPU Husni Manik mengatakan, ada empat indicator yang menentukan kesuksesan Pemilu 2014, yakni sukses dalam penyelenggaraan teknis kepemiluan, penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil, partisipasi masyarakat yang meningkat, dan kualitas pemilu yang lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan kerjasama dengan semua komponen bangsa, baik para penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemerintah, maupun masyarakat. “Dengan waktu yang tersisa menuju 2014, diharapkan Pemilu 2014 lebih baik dibandingkan Pemilu 2009,” ujarnya . sumber: http://www.kemendagri.go.id

Segelumit kehidupan pemilu diatas dan flashback sungguh sebuah fenomena saya disini hanya berpesan kepada para pemangku jabatan untuk tetap konsisten pada janji-janjinya bukan janji joni_